skip to Main Content
JANGAN LUPA LIKE - COMMENT - SHARE & SUBSCRIBE >>
Perbedaan Influencer, Brand Ambassadors, Blogger dan Consumer Advocates

Perbedaan antara Influencer, Brand Ambassadors, Blogger dan Consumer Advocates

Perbedaan Influencer, Brand Ambassadors, Blogger dan Consumer Advocates – Influencer, Blogger, Brand Ambassadors dan Consumer Advocates adalah istilah yang paling sering digunakan dalam dunia marketing saat ini. Meskipun istilah-istilah ini sering digunakan secara bergantian, tetapi masing – masing istilah ini mempunyai arti, cara kerja dan pengaruh yang berbeda-beda untuk sebuah brand.

Baca artikel sebelumnya: Mengapa Anda Membutuhkan Influencer Marketing?

Saya tahu ada banyak istilah baru yang harus kita ketahui dan ingat saat ini, tetapi dalam pembahasan ini secara khusus kita akan membahas tentang Perbedaan antara Influencer, Brand Ambassadors, Bloggerdan consumer Advocates. Seperti yang Anda tahu ada lebih dari satu macam influcner dan Anda pasti ingin memastikan mana yang paling cocok untuk Anda gunakan untuk mewakili dan digunakan dalam mempromosikan brand Anda.

Sebuah study yang pernah dilakukan oleh Schlesinger Associates menunjukkan bahwa 81 persen perusahaan-perusahaan yang sudah menggunakan dan memanfaatkan influencer marketing mengatakan sangat puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Tetapi, memang yang selalu menjadi tantangan terbesar adalah dalam memilih influencer.

Bagi saya secara pribadi hal ini tidak mengherankan, kebingungan tentang istilah ini memang terjadi pada semua orang mungkin salah satunya saya dan Anda. Bahkan saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan Perbedaan antara Influencer, Brand Ambassadors, Bloggerdan consumer Advocates terletak hanya pada “fungsi brand”. Menurut saya itu tidak benar, karena ada perbedaan yang sangat mencolok untuk masing-masing istilah itu dan sangat penting sekali bagi kita untuk memahami masing-masing istilah itu.

Pahami Perbedaan Influencer, Brand Ambassadors, Blogger dan Consumer Advocates

Coba baca penjelasan singkat saya ini, tentang ketiga istilah yang saya sebutkan di atas. Saya berharap, setelah membaca penjelasan ini Anda dan saya tidak melakukan kesalahan saat akan mengembangkan bisnis dengan cara-cara yang belakangan ini terbukti sangat efektif.

1. Influencer

Baik saya akan mengawalinya dengan influencer. Untuk influencer saya membaginya ke dalam dua bagian:

  • Selebriti dan Mega Influencer
  • Influencer mikro dan makro

Selebriti dan Mega Influencer

Mereka ini adalah orang-orang yang mempunyai 500.000 sampai dengan satu juta lebih followers dan mereka adalah pemain yang besar. Mereka ini bisa terdiri dari musisi dan aktor. Mereka tidak seperti saya Anda dan kebanyakan orang yang perlu mencari dan mengembangkan followers di media sosial mereka. Menurut saya, mereka juga tidak mempunyai hubungan yang dekat dengan para followers mereka. Maksud saya di sini, pasti sangat sulit mempunyai teman dan membalas setiap komentar yang diajukan oleh follower mereka. Jadi orang-orang seperti ini akan memberikan pengaruh yang berbeda.

Influencer Makro dan Mikro

Kategori ke dua inilah yang saya sangat ingin Anda untuk memperhatikannya. Influencer Makro dan mikro biasanya adalah para Ibu, Ayah, Karyawan, blogger dan para pengusaha dengan masing-masing niche pribadi mereka yang sangat khusus. Jadi dari sini, influencer tidak selalu harus seorang public figure yang terkenal tetapi mereka yang juga mempunyai daya pikat dan pengaruh, tetapi dalam lingkup yang jauh lebih kecil. Mikro influencer mempunyai kisaran pengikut antara 500 sampai dengan 10.000, dan meskipun masuk dalam kategori mikro, istilah mikro jangan sampai menipu Anda. Mereka juga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap audiens mereka.

Sedangkan untuk makro influencer biasanya mempunyai pengaruh yang agak lebih besar, mungkin sekitar 50.000 sampai dengan 100.000 follower. Percaya atau tidak, dengan pengikut yang lebih kecil jika dibandingkan dengan para selebriti, mikro dan makro influencer diketahui lebih mempunyai keterlibatan yang jauh lebih tinggi karena mereka memang mengembangkan audience behaviour dan interest dengan para pengikut mereka.

Kerjasama dengan influencer bisa saya katakan jauh lebih terjangkau harganya jika mau kita bandingkan dengan selebriti atau Anda harus mempekerjakan brand ambassador. Bentuk kerjasamanya juga bisa di sesuaikan, biasanya hanya satu kali postingan di akun media sosial mereka. Dalam banyak kasus, mereka yang sudah menggunakan influencer untuk mengembangkan sekaligus memperkenalkan produk mereka jauh lebih efektif daripada memasang iklan online (untuk saat ini). Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih baik, Anda harus melakukan kerja sama berulang kali dengan mereka.

Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan saat menggunakan influencer adalah:

  • Bidang yang mereka kuasai, ini akan memberikan pengaruh besar pada follower mereka.
  • Perhatikan respon yang ada pada setiap postingan yang mereka buat dari para followernya.
  • Biasanya mempunyai banyak follower yang terlibat, ahli dalam bidang tertentu.
  • Memperlakukan blog dan channel sosial media mereka yang lain sebagai bisnis.
  • Perhatikan juga, apakah follower mereka, sebagian besar mempunyai kesamaan pada segmen pasar yang di incar?

2. Brand Ambassadors

Brand ambassador adalah orang-orang atau influencer yang dipekerjakan atau diajak kerjasama oleh sebuah perusahaan tertentu dalam jangka waktu yang panjang dan eksklusif (exclusive relationships). Jadi mereka ini berbeda dengan influencer yang hanya digunakan untuk melakukan promosi atau kampenye singkat atau sebuah proyek satu kali saja (one-off project).

Bisa kita katakan peran dari brand ambassador ini seperti juru bicara berbayar, di mana mereka sangat paham dan mengetahui benar tentang brand tertentu karena mereka memang diberikan pengetahuan yang sangat dalam tentang produk tertentu.

 

Brand ambassador juga harus selalu terlibat dalam setiap acara pers atau event yang diadakan oleh perusahaan Anda, dan mereka biasanya tidak boleh bekerja sama dengan pesaing manapun khususnya dari produk yang sejenis selama jangka waktu kontrak.

Memang saat mempekerjakan brand ambassador ada beberapa kelebihan yang bisa Anda dapatkan. Mereka biasanya bisa menarik lebih banyak massa sehingga promosi Anda menjadi lebih luas meskipun dilakukan dalam jangka waktu yang singkat.

Lalau apakah ada kekurangannya?

Sudah pasti ada. Kekurangan menggunakan brand ambassador adalah apa yang mereka lakukan dan katakan biasanya hanya sebatas sebagai kewajiban pekerjaan saja sesuai dengan perjanjian di awal dan biasanya bukan sebuah pendapat yang nyata atau jujur karena mereka menggunakan produk itu, karena biasanya dalam kehidupan nyata, mereka tidak pernah menggunakan produk itu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bekerjasama dengan brand ambassador:

  • Mereka harus benar-benar memahami produk yang sedang di promosikannya.
  • Cepat belajar dalam mengetahui ranah industri barand tertentu.
  • Bagaimana pandangan orang banyak tentang si brand ambassador itu sendiri, ini akan sangat mempengaruhi apakah promosi Anda berhasil atau tidak nantinya.
  • Jumlah haters (penting juga untuk di cari tahu)

3. Blogger

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling saya sukai, blogger. Biasanya seorang blogger memulai dan bisa menjadi terkenal karena mereka membuat konten dengan topik tertentu yang di minati oleh banyak orang misalnya, mode, makanan, keuangan, desain, Photography dan lainnya. Seiring dengan waktu blog atau website mereka menjadi berkembang, traffic bertambah, follower juga bertambah pengaruh mereka juga bisa menjadi lebih meningkat.

Sama seperti influencer, seorang blogger juga bisa menghasilkan uang dari blog atau website yang mereka kelola dengan mengikuti program periklanan seperti Google AdSense, sponsor dan membuka kursus online atau berjualan produk tertentu.

  • Blog atau website mereka bisa berupa hobi, atau sarana untuk bekerja dari rumah, digunakan untuk membangun bisnis, personal brand atau lainnya. Yang paling penting di sini adalah proses mereka dalam membangun blog itu sendiri.
  • Mereka bisanya menggunakan dan mencoba sebuah produk untuk kemudian di review di dalam website mereka. Jadi bisa saya katakan, apa yang mereka katakan biasanya benar-benar jujur, meskipun ada juga yang tidak jujur.
  • Blogger biasanya juga bekerja dalam beberapa tingkatan: value engchange, uang, free product, pengakuan dan juga visibility.
  • Kekuatan blogger untuk mempengaruhi memang lebih rendah dari influencer yang sudah saya sebutkan di atas. Tetapi konten yang mereka buat biasanya menjadi referensi kepada pembaca mereka sebelum benar-benar melakukan pembelian atau tindakan tertentu.

4. Consumer Advocates

Consumer Advocates adalah orang-orang atau konsumen dari produk Anda yang paling loyal. Mereka ini tidak Anda suruh dan tidak Anda bayar, mereka memang orang-orang yang pernah menggunakan produk atau jasa Anda dan merasa puas, bangga, dan mereka dengan sendirinya akan membicarakan pengalaman mereka melalui akun media sosial mereka, secara langsung atau juga melalui blog yang mereka kelola.

Mereka juga biasanya adalah orang-orang yang sudah lama menggunakan produk Anda, jadi mereka bisa dengan mudah menjelaskan apapun tentang produk Anda, baik itu kelebihan serta kekurangannya.

Saat ada orang-orang yang seperti ini mengeluhkan tentang produk Anda, itu merupakan hal yang bagus, bisa Anda jadikan sebagai sebuah evaluasi. Karena mereka biasanya mmberikan keluhan berdasarkan dari pengalaman mereka sendiri setelah menggunakan produk Anda.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan pada saat akan menggunakan influencer adalah dengan memahami perbedaan dari masing-masing influencer ini dalam memberikan pengaruh untuk brand Anda.

Influencer marketing harus menjadi bagian dari strategi pemasaran setiap pemilik bisnis dewasa ini, karena orang-orang milenial lebih senang menggunakan sosial media untuk mencari informasi dan menemukan produk tertentu yang akan mereka beli bahkan bisa membantu mereka untuk membuat keputusan. Semoga dengan adanya infrormasi tentang Perbedaan Influencer, Brand Ambassadors, Blogger dan Consumer Advocates bisa membantu Anda memilih mana yang paling efektif dan cocok untuk mengembangkan brand Anda.

Jika Anda suka dengan artikel dan juga video tutorial yang kami buat ini, bantu kami untuk share artikel Perbedaan Influencer, Brand Ambassadors, Blogger dan Consumer Advocates ini dan jangan lupa subscribe channel YouTube SUBMITClimb untuk mendapatkan video – video tutorial lain yang mungkin berguna dan bermanfaat untuk Anda. Anda juga bisa menemukan tutorial dan beberapa panduan yang hanya kami share di akun sosial media kami seperti di Facebook, Facebook Group, Twitter dan Instagram SUBMITCLimb

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top