skip to Main Content
JANGAN LUPA LIKE - COMMENT - SHARE & SUBSCRIBE >>
Kesalahan YouTuber Pemula

4 Kesalahan YouTuber Pemula yang Paling Sering Dilakukan

Kesalahan YouTuber Pemula – Apakah Anda pernah mengajukan pertanyaan seperti ini “Bagaimana sih caranya supaya subscriber dan views saya bisa naik?” “nyerah saja deh, sudah 2 tahun subsciber nggak pernah naik-naik”. Jika Anda adalah salah satu orang yang pernah memiliki pertanyaan seperti ini dan sudah berjuang sekuat tenaga untuk meningkatkan pertumbuhan channel YouTube Anda tetapi hasilnya tidak memuaskan malah ada yang tidak berhasil? Pastikan Anda tidak pernah melakukan kesalahan yang paling sering dan umum yang dilakukan oleh YouTuber!

Sebelum Anda membaca lanjutan artikel ini, saya ingin mengingatkan saya bukan seorang yang Jago (profesional) YouTube, saya hanya senang membuat video dan menguploadnya ke YouTube dan beberapa akun social media yang lain. Dari pengalaman saya sendiri dan juga dari mengamati beberapa orang secara online ada beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para pembuat konten YouTube.

Kesalalah yang Sering dilakukan Oleh YouTuber Pemula

Berikut ini adalah beberapa kesalahan basic yang paling sering dilakukan – dan kabar baiknya adalah Anda bisa mengetahui hal ini dan terhindar dari hal yang serupa setelah Anda benar-benar membaca artikel ini dan menerapkannya.

#1. Mengabaikan Banner Channel YouTube

Banner channel YouTube mungkin memang terlihat sepele dan tidak terlalu penting buat kita, tetapi tahukah Anda, banner inilah yang akan pertama kali dilihat orang yang melihat video Anda dan kemudian mengkliknya. Jadi banyak orang akan menyukai apa yang mereka lihat dan kemudian mengkliknya, kemudian akan menunju channel Anda dan kemudian mereka akan melihat ada begitu banyak konten video yang menarik untuk mereka lihat.

Jadi saya ingin ingatkan sekali lagi, ketika seseorang mengunjungi channel Anda, hal pertama yang akan mereka lihat adalah bagian atas dari halaman channel Anda yaitu banner channel. Sebuah banner channel yang Anda buat harus bisa memberitahu dua hal ini kepada para penonton Anda:

  1. Tentang apa sih channel Anda?
  2. Mengapa mereka harus berlangganan channel Anda?

Apa dan Mengapa? Semua hal itu harus ada dan di visualkan di dalam banner Anda, tetapi ketika saya mengungunjungi channel orang lain yang saya lihat berulangkali kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah tidak ada hal itu di dalam banner channel mereka. Jadi kalau Anda memang ingin menarik perhatian pengunjung jangan sampai Anda kehilangan perhatian dari audiens Anda di awal ketika mereka mengunjungi channel Anda.

Coba tanyakan kepada diri Anda sendiri tentang hal ini. jika ada seseorang yang melihat banner channel Anda, kemudian mereka langsung menutup channel Anda, kira-kira apakah mereka akan mengingat Anda di lain waktu? Apakah mereka akan mengingat tentang Channel Anda? Coba Anda perhatikan tentang banner MY BALI STORY ini, apakah mereka sudah berhasil?

contoh banner my bali story

Ketika kita berbicara tentang branding, jangan lupa tentang thumbnails Anda. Thumbnails dan Branding merupakan satu kesatuan yang tidak bisa kita abaikan. Saat Anda membuat thumbnails usahan hal itu mencirikan tentang channel Anda. Ini akan mempermudah untuk membantu audiens Anda untuk mengingat tentang Anda.

Banyak dari kita bukanlah seorang desainer grafis seperti saya dan kita tidak bisa membuat desain. Meskipun Anda dan saya tidak pintar membuat desain dan bukan seorang desainer kita bisa memanfaatkan banyak tool dan juga software yang mempermudah Anda dan saya untuk membuat thumbnail dengan mudah dan cepat, salah satunya seperti Canva. Selain itu Anda juga bisa membeli template yang di jual secara online agar Anda bisa membuat banner pribadi Anda.

Atau Anda juga bisa menggunakan Jasa seorang desainer grafis dan meminta mereka untuk membuatkan banner channel dan juga thumbnails video Anda.

#2. Kurang Fokus dalam Bekerja

Mungkin kaata-kata inilah yang paling sering diucapkan oleh para mentor dan guru-guru kursus online yang ada di dunia internet, Kurang Fokus. Tetapi apa yang saya maksud dengan Kurang Fokus di dalam artikel ini? coba mari sama-sama kita bayangkan Anda dan saya menonton Netflix atau Hulu atau mungkin salah satu dari layanan streaming yang ada di dunia ini. Katakanlah kita sedang menonton film kesayangan kita, tiba-tiba dalam waktu 10 menit muncul sebuah video tentang seorang pemain olahraga. Anda mungkin berkata, Hey, ini bukan film saya, saya sedang menonton film. Tidak lama kemudian film Anda muncul kembali dan Anda menonton film Anda, tetapi baru 15 menit menonton tiba-tiba muncul video tentang musik dalam film Anda, kita mungkin akan kesal dan mengatakan, wow, ada apa ini kok acaranya beda-beda gini, padahal ini kan acara film yang sedang saya tonton, kenapa hal ini selalu terulang-ulang di dalam acara ini?

Anda kemungkinan akan kesal jika hal itu terjadi. Anda mungkin baru sadar dan mengatakan, saya di sini untuk menonton film kesuakaan saya. mengapa saya sangat terganggu dengan hal lain? Itulah yang akan terjadi di dalam channel video Anda kalau Anda tidak fokus dengan tema Anda.

Jika Anda tidak fokus dan Anda memberikan konten yang tidak mereka sukai dan itu bercampur aduk, kemungkinan besar orang lain akan malas untuk berada di channel Anda. Subscriber Anda mau subscribe channel Anda karena mereka menyukai konten tertentu. Sekarang kalau mereka tidak mendapatkan konten yang mereka sukai itu, mereka pasti tidak akan mau menonton video-video Anda lagi. Tetapi kalau Anda memberikan konten yang mereka sukai dan fokus di sana, maka pelanggan Anda akan suka dan jumlah subscriber Anda akan terus bertambah.

Saya mencoba akan memberikan satu contoh lagi kepada Anda agar Anda bisa lebih memahami tentang apa yang akan saya bicarakan di dalam artikel ini. katakanlah Anda akan memilih niche teknologi. Mungkin Anda berpikir ini adalah niche yang sangat bagus kan? Jawaban saya mungkin ini tidak benar-benar bagus karena di dalam niche teknologi masih ada banyak hal lagi di dalam bidang teknologi. Katakanlah Anda membahas tentang teknologi telepon, Anda juga membahas tentang gadget, Anda juga membahas tentang aplikasi, Anda membahas tentang mobil dan Anda membahas hal lain tentang teknologi.

Tetapi audiens Anda mungkin akan menjadi sedikit bingung, ini jenis kontennya fokus membahas apa ya, karena mereka mengunjungi channel Anda sebenarnya untuk mendapatkan tentang konten tertentu, tetapi mereka tidak mendapatkan konten itu di dalam channel Anda. Anda mungkin berpikir Anda sudah memilih niche yang benar. Saya berada di bidang teknologi, tetapi ternyata Anda tidak memilih ceruk yang spesifik. Karena Anda memilih niche di dalam niche Anda. Jadi Anda harus memilih salah satu yang tepat dan fokus di niche itu. Caranya Anda tidak bisa langsung berpindah ke niche yang lebih fokus secara langsung, Anda harus mengaturnya dan membuat transisi dan kemudian fokus di sana. Jadi Anda harus mencari tahu, orang-orang yang ada di dalam konten Anda lebih tertarik ke mana lalu buatlah konten yang fokus membahas tentang itu. Saat itulah Anda akan melihat secara perlahan tapi pasti channel Anda akan mulai bertumbuh dan orang-orang lebih banyak yang menonton.

Memang membahas tentang satu niche tertentu tidak mudah, apalagi kalau kita itu bukan siapa-siapa, untuk meningkatkan pertumbuhan channel pasti tidak mudah dan akan sangat lama. Tetapi ketika Anda fokus dengan satu niche itu dan serius menggarapnya, Anda sedang memberitahu banyak orang bahawa Anda yang terbaik di bidang itu. Anda adalah penolong mereka untuk masalah di bidang niche itu. Ketika Anda spesifik dan fokus ketika ada orang yang tahu Anda adalah yang terbaik di dunia di bidang itu dan mereka mempunyai masalah, mereka tidak akan mencari orang lain, mereka akan mencari Anda dan mengunjungi channel Anda.

Coba Anda bayangkan ini, Anda mempunyai mobil Ferari atau Motor Harley, ketika ada masalah dengan kendaraan Anda itu, Anda pasti akan tahu harus mencari siapa dan pergi ke mana bukan untuk memperbaikinya? Anda pasti tahu harus pergi ke mana ketika Anak-anak Anda sakit? Anda juga pasti tahu harus pergi dan menemui siapa ketika Anda sedang membutuhkan sebuah desain poster? Bayangkan kalau orang yang Anda temui itu adalah seorang dokter, seorang disainer, seorang video editor, seorang akuntan, seorang tukang ledeng atau merangkap lainnya, pasti itu akan sangat aneh bukan? Anda pasti ingin benar-benar menemuai seorang yang memang spesialis di bidangnya.

Anda pasti ingin dikenal sebagai yang terbaik di konten apapun yang Anda pilih. Jadi sekali lagi, saya ingin ingatkan kepada Anda, cobalah untuk menganalisa mana saja konten yang paling diminati oleh pemirsa Anda, jika sudah ketemu cobalah untuk meningkatkan dan berfokus di tema itu. Dari pengalaman saya di beberapa channel utama saya, ketika saya sudah menemukan mana saja video yang diminati saya kemudian mulai meningkatkan dan berfokus di sana dan hasilnya sangat memuaskan saya.

3# Tidak Membuat Video yang ingin di Tonton oleh para Pemirsa Anda

Kesalahan umum yang juga paling sering dilakukan oleh banyak orang termasuk saya secara berulang-ulang adalah membuat video selama berjam-jam, kemudian mengeditnya, menambahkan beberapa efek khusus, menambahkan musik dan kemudian menguploadnya ke YouTube. Kemudian setelah di upload tidak ada yang menonton videonya, dan Anda menganggap YouTube tidak suka konten-konten yang saya buat, YouTube hanya memihak kepada kreator-kreator yang sudah besar saja.

Menurut saya pikiran yang menyalahkan seperti itu sangat salah. Kabar baiknya, YouTube tidak membenci Anda. YouTube menyukai Anda bergabung dengan mereka dan membuat video-video untuk menghasilkan uang berdasarkan iklan yang tayang di video Anda. Semakin baik dan bagus konten video yang Anda buat akan semakin bagus juga uang yang akan Anda hasilkan dari iklan yang tayang dari video-video yang Anda buat. Jadi coba pikirkan, bagaimana Anda bisa membuat sebuah video yang memang benar-benar menarik untuk di tonton? Jika konten video yang Anda buat menarik maka YouTube akan mendistribusikan video yang Anda buat untuk di tonton oleh sebanyak mungkin orang.

 

Jadi pertanyaan yang harus Anda jawab untuk pertanyaan ini “Mengapa YouTube membenci saya?” dan jawabannya adalah, lakukan saja penelitian.

Apa yang paling sering saya lihat adalah banyak orang melakukan kesalahan yang terus mereka ulangi. Mereka mengambil video selama berjam-jam, editing, memikirkan judul video yang akan mereka buat, mengambil screenshot gambar untuk di jadikan thumbnail yang bagus kemudian menguploadnya ke YouTube tetapi mereka tidak ada yang menonton. Daripada terburu-buru untuk membuat video sebanyak mungkin tetapi tidak ada yang menonton cobalah untuk melakukan sedikit riset dan penelitian.

  1. Cari tahu apakah orang-orang akan benar-benar suka dan menonton video yang akan Anda buat selama berjam-jam ini?
  2. Cari tahu poin apa yang mana sebaiknya yang Anda angkat, lihat pesaing Anda, seperti apa video-video yang mereka buat?
  3. Apa saja yang dibicarakan oleh orang lain dengan konten yang sama?
  4. Bagaimana Anda akan membuat beda konten itu?

Cobalah untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu terlebih dahulu sebelum Anda membuat sebuah video. Lakukan riset kata kunci untuk setiap video YouTube yang akan Anda buat.

Untuk melakukan riset keyword video YouTube Anda bisa menggunakan bantuan tool vidIQ vision, atau Anda juga bisa pergi ke website YouTube dan ketikkan kata kunci di browse pencarian yang ada di sana, katakanlah kata kunci yang mau kita riset adalah “Kue Coklat” kemudian silahkan tekan enter. Sekarang Anda lihat hasil pencarian video yang dikeluarkan oleh YouTube. Silahkan Anda tonton salah satu video itu, amati dan coba Anda bandingkan dengan video yang Anda buat atau yang akan Anda buat. Apakah konten video Anda lebih baik daripada video-video itu?

Sekarang coba Anda pergi lagi ke browser pencarian YouTube Anda. Sebelumnya kita hanya mengetikkan kata kunci “Kue Coklat” saja. Sekarang coba Anda ketikkan kata kunci itu lagi Kue Coklat lalu beri spasi satu kali maka akan muncul lanjutan dari keyword yang Anda tulis itu, atau beri spasi dan ketik B di belakang Kue Coklat, maka Anda bisa melihat ada judul lanjutan yang ditampilkan, kalau B tadi Anda ganti menjadi C maka akan muncul judul lanjutan dari kata kunci tadi. Ini adalah kata kunci yang sering digunakan orang untuk mencari sebuah video di YouTube dan di mesin pencari seperti Google.

Hanya dengan melakukan cara mudah seperti itu Anda bisa dengan cepat menemukan topik-topik apa saja yang ingin Anda buat. Dalam contoh ini video yang ingin saya buat adalah tentang “Kue Coklat” dan ide-ide lain muncul tetapi masih di dalam niche saya. tetapi ini jauh lebih spesik, sesuatu yang paling banyak di cari dan diketikkan oleh orang. pastikan juga Anda mengetikkan kata kunci seperti How, What, When, Where, Why dan Who too.

Apa yang ingin saya sampaikan di sini kepada Anda adalah jangan membuat video atau langsung membawa kamera tanpa mengetahui video apa yang akan Anda buat dan judul videonya. Jika Anda sudah mempunyai judul video yang akan Anda buat entah itu satu, atau dua judul video ini akan sangat membantu Anda untuk fokus dalam pembuatan video itu. Selain itu, jika Anda sudah tahu judul video yang akan Anda buat, Anda sudah menang di awal dari pesaing-pesaing Anda sebelum Anda benar-benar membuat video itu.

Riset, riset dan siet memang membutuhkan waktu, pikiran dan tenaga juga, tetapi dengan melakukan hal itu di awal ini akan menyelamatkan Anda membuat video yang akan mendapatkan perhatian dari penonton Anda. Jadi jangan pergi mengambil gambar video kalau Anda tidak melakukan riset terlebih dahulu.

4# Mengabaikan Data dari YouTube Analytics

Baik, jadi sekarang Anda mungkin sudah melakukan riset video, Anda sudah tahu judul video yang akan Anda buat. Anda kemudan mulai merekam video Anda. Anda kemudian membuat thumbnails yang cukup bagus yang bisa Anda gunakan ke dalam video Anda dan Anda juga sudah mempublish video Anda ke YouTube. Tetapi Anda kemudian belakangan mulai melihat ternyata YouTube tidak merekomendasikan video yang Anda buat tadi berdasarkan riset yang sudah Anda lakukan. Anda mungkin mempunyai pertanyaan dan merasa kesal.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan video saya?

Ok sekarang Anda akan mulai mencari tahu sebenarnya mengapa hal itu bisa terjadi. Coba kunjungi Analytics video Anda dan cari petunjuk tentang video Anda. Salah satu tempat yang paling baik untuk mencari tahu adalah pada bagian retention. Retensi ini adalah sebuah indikator video yang membantu Anda memberitahu pada saat apa seseorang meninggalkan video Anda, apakah mereka menonton video Anda sampai 20% atau 50% dari keseluruhan video Anda lalu kemudian menutup video Anda? Ini adalah sebuah sinyal yang sangat-sangat penting bagi YouTube karena menyangkut kualitas konten video. Perhatikan grafik dari setiap video, pelajari dan perbaiki saat Anda akan membuat video selanjutnya.

Saya akan sedikit menambahkan tentang Retensi ini. Retensi itu sebenarnya bisa kita bagi menjadi tiga bagian, ini menurut pendapat saya ya:

  1. Intro video Anda (Bagian awal)
  2. Bagian Tengan Video Anda (Ini merupakan bagian inti dari isi video Anda)
  3. Outro (ini merupakan bagian akhir video Anda)

Apakah semua bagian itu mempunyai fungsi yang lebih bagus dari bagian lainnya? Jawabannya tidak. Semua bagian itu sangat penting dan sama bagusnya untuk keseluruhan video yang Anda buat, oleh karena itu saat Anda membuat semua bagian itu pastikan semua bagian itu menarik dan membuat orang untuk mau bertahan lama dan terus menonton video Anda sampai habis.

Saya sangat menyadari untuk melakukan hal yang saya sebutkan di atas itu sangat sulit. Saya dan juga kreator lainnya sampai hari ini masih belum bisa dengan sempurna untuk membuat tiap bagian itu menarik untuk semua orang.

Tetapi untuk bagian intro video, pastikan itu benar-benar menjawab isi dari yang penonton cari dan ingin tahu. Karena bagian ini akan membuat orang untuk mau melanjutkan menonton ke bagian inti (dalam) sebuah video. Pastikan bagian intro yang Anda buat itu singkat dan membuat penasaran video Anda. Retensi menurut saya adalah sebuah fitur yang sangat penting dan tidak boleh Anda remehkan. Coba perhatikan satu contoh video yang saya buat ini, memang ini belum sempurnah sekali, tetapi setidaknya dari video ini bisa memberikan gambaran kepada Anda tentang hal ini.

Berapa Banyak Kesalahan yang sudah Anda buat?

Terkahir sebelum saya menutup artikel kali ini saya ingin menanyakan pertanyaan ini kepada Anda. Berapa banyak kesalahan yang sudah Anda buat sampai hari ini ketika membuat sebuah video? Dan pertanyaan selanjutnya yang menurut saya juga sangat penting adalah Apakah Anda mau memperbaiki kesalahan yang Anda buat itu? Banyak orang yang membuat channel baru di YouTube dan semua orang itu ingin agar channel mereka berkembang dari hari keharinya, tetapi tidak semua orang yang siap untuk mencapai hal itu dan bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan mereka. Kebanyakan hanya sampai di perencanaan atau mimpi saja.

Ingat, jangan menjadi salah satu dari mereka itu.

Ingin Meningkatkan Jumlah Views YouTube Anda?

Jika Anda ingin mengembangkan channel YouTube Anda dan ingin mendapatkan jumlah waktu tonton yang terus meningkat, coba Anda install vidIQ untuk membantu Anda melakukan riset video mana saja yang bagus untuk di buat dan yang memiliki jumlah penonton yang banyak. Vidiq bisa melakukan banyak hal untuk Anda, mulai dari riset video, menganalisa video, mengaudit video Anda dan channel Anda dan yang paling penting adalah mengambil langkah penting di video selanjutnya yang akan Anda buat.

Jika Anda suka dengan artikel “Kesalahan YouTuber Pemula“ dan juga video tutorial yang kami buat ini, Bantu kami share artikel ini dan jangan lupa subscribe channel YouTube SUBMITClimb untuk mendapatkan video tutorial lain yang mungkin berguna dan bermanfaat untuk Anda. Anda juga bisa menemukan tutorial dan beberapa panduan yang hanya kami share di akun sosial media kami seperti di Facebook Page, Facebook Group, Twitter dan Instagram SUBMITCLimb.

Pelajari Tentang:

Cara Membuat Thumbnails Video YouTube
Cara Membuat YouTube Channel Art
Tool Untuk Meningkatkan Jumlah Penonton YouTube

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top