skip to Main Content
JANGAN LUPA LIKE - COMMENT - SHARE & SUBSCRIBE >>
Pentingnya Marketing Mix Untuk Meningkatkan Penjualan Online

Pentingnya Marketing Mix untuk Meningkatkan Penjualan Online

Marketing Mix – Meningkatkan Penjualan Online dan Offline adalah impian dan juga harapan bagi banyak pemilik bisnis, entah itu bisnis dalam skala kecil dan juga skala yang cukup besar. Bahkan bagi mereka yang hanya menjual nasi atau snack (jajanan) dari rumah, mereka semua juga menginginkan peningkatan penjualan sebanyak mungkin.

Kalau apa yang saya katakan di atas salah, silahkan beritahu saya melalui kolom komentar ya.

Sejak pandemi melanda dunia ini, banyak orang yang mengalami penyesuaian. Banyak orang yang saat ini kondisi keuangannya menjadi tidak stabil dan terganggu, banyak orang yang tadinya bekerja kini tidak lagi bekerja, pemilik usaha yang dulu omsetnya tinggi kini menjadi naik turun atau mungkin malah menjadi berantakan.

Beberapa kenalan saya malah banyak yang bingung bagaimana mereka bisa mendapatkan penghasilan lagi seperti sebelum ada Corona?

Untungnya di era yang serba digital seperti sekarang ini, semua orang bisa menjalankan bisnis apapun hanya bermodalkan HP dan juga internet saja. Para pemilik bisnis baru dan lama yang tadinya hanya menjalankan bisnis mereka secara offline, kini semuanya sudah bisa menjalankan dan mengubah bisnis mereka menjadi bisnis online dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanfaatkan social media seperti Instagram, WhatsApp, Facebook, Telegram, YouTube dan dengan cara-cara lainnya.

Mungkin yang menjadi pertanyaan Anda saat ini adalah bagaimana Anda bisa Meningkatkan Penjualan Online dan Offline?

Apapun bisnis yang ingin Anda bangun dan jalankan saat ini, sebenarnya pola bisnisnya menurut saya itu sama saja (semuanya sama), tetapi yang menjadi perhatian kita di sini adalah tinggal bagaimana Anda mempraktekkan ke dalam bisnis Anda masing-masing.

Kalau saat ini Anda masih bingung dan belum punya bisnis apapun saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana Anda bisa menjalankan bisnis makanan dari rumah yang bisa Anda jual secara online dengan modal yang sangat murah sekali. Pelajari Kursus Online Cara Membuka Bisnis Makanan Sendiri dari dengan bantuan Go Food, Grab Food, Instagram dan WhatsApp di halaman ini.

Nah, di dalam panduan ini saya akan berikan trik dan tips bagaimana Anda bisa menjalankannya dan Pentingnya Marketing Mix untuk Meningkatkan Penjualan Online.

Jadi kalau usaha atau bisnis makanan yang Anda jalankan saat ini ingin laku atau bisnis apapun di luar bisnis makanan yang saat ini sedang Anda jalankan, apa yang saya berikan ini bisa Anda pakai untuk menjalankan bisnis itu.

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan saat Anda akan menjalankan sebuah bisnis

Kalau Anda ingin membuka usaha apapun Anda harus mempelajari dan memahami tentang Marketing Mix. Anda harus benar-benar paham dan memperhatikan marketing Mix bisnis yang akan Anda jalankan benar atau salah? Pelajari Tentang Apa itu Marketing Mix di halaman ini.

Marketing Mix ini bukan sesuatu hal yang baru, Marketing Mix banyak digunakan hampir semua orang yang ingin membangun bisnis dan yang mempunyai bisnis di semua negara yang ada di dunia ini. Konsep ini sangat bagus untuk menjalankan strategi marketing yang sangat efektif untuk menjalankan bisnis.

Marketing Mix 4P – 7P

Marketing Mix berisi empat elemen 4P yang dikenalkan oleh Booms dan Bitner kemudian belakangan di tambah menjadi tiga elemen baru lain.

Mari kita lihat satu persatu apa saja semua elemen itu dan penjelasan tentang semua elemen Marketing Mix ini.

1. Product (Produk Anda)

Jadi ini adalah produk yang akan Anda jual. Produk yang akan Anda tawarkan atau jual ini bisa berupa Jasa, barang atau mungkin bisa berbentuk produk dalam bentuk virtual (Website, Aplikasi dan sejenisnya). Produk inilah yang akan menentukan dagangan yang Anda jual laku apa tidak.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat akan menjual dan memproduksi produk adalah produk yang Anda akan jual itu harus benar-benar dibutuhkan atau sesuai dengan permintaan pasar saat ini dan pemecahan solusi yang Anda tawarkan kepada mereka.

Hal yang perlu Anda lakukan adalah melakukan riset pasar terlebih dahulu sebelum benar-benar menciptakan produk dan menjualnya.

Tahukah Anda kalau kebanyakan pebisnis baru yang gagal dalam menjalankan bisnisnya karena mereka gagal dalam melakukan riset pasar. Nah ini adalah beberapa pertanyaan yang biasanya harus bisa Anda jawab untuk memudahkan Anda dalam melakukan riset pasar.

  • Permasalah apa yang ada di pasar saat ini atau bisa juga permasalahan apa sih yang sedang di alami oleh calon konsumen Anda?
  • Produk seperti apa yang bisa memecahkan masalah seperti itu?
  • Dengan cara bagaimana mereka akan menggunakan produk Anda itu?
  • Apa saja kelebihan dan keunikan produk yang Anda akan tawarkan itu?

Pastikan Anda benar-benar melakukan riset pasar, karena seperti yang saya bilang di atas, banyak orang termasuk saya dulunya, gagal dalam menjalankan bisnis awal saya kerena saya gagal dalam melakukan riset pasar (Saya waktu itu hanya memikirkan dari sisi ide subjektif saja tanpa melakukan riset pasar yang benar).

Menjual produk yang tidak ada peminatnya atau tidak dibutuhkan oleh masyarakat (konsumen) yang berdasarkan data-data atau fakta-fakta nyata di pasaran sama saja dengan membuang uang – Jadi, pastikan Anda tidak menciptakan atau menjual produk yang salah yang tidak diinginkan oleh konsumen.

Setelah Anda mengajukan pertanyaan di atas langkah selanjutnya yang juga tidak kalah penting adalah produk yang akan Anda jual harus memenuhi beberapa unsur penting lain ini:

  • Terbaik (Menjadi yang terbaik) – Produk yang Anda jual itu harus yang terbaik, kalau masakan berarti rasa yang Anda jual itu harus enak dan mantab). Untuk memastikan rasa bisa tanya saudara, teman atau kenalan Anda tentang rasanya. Jika mereka bilang belum enak silahkan di buat lagi sampai rasanya menjadi enak. Jadi jangan jualan dulu baru memperbaiki rasa.
  • Berbeda (Menjadi yang berbeda) – Produk yang Anda jual itu harus mempunyai perbedaan dari produk yang lain yang sudah ada, misalnya dari kemasan, penyajian dan juga tambahan rasa baru.
  • Pertama (Menjadi yang pertama) – Coba Anda tanyakan pada diri Anda sendiri apakah produk yang akan Anda jual itu adalah produk yang belum ada? Bisa juga yang pertama dalam lokasi atau daerah itu.

Ketiga hal di atas itu bisa Anda terapkan untuk jualan produk yang lain. Dan kalau misalnya produk Anda tidak bisa memenuhi semua kriteria di atas Anda bisa memilih salah satunya saja, sukur-sukur kalau semuanya bisa Anda penuhi.

2. Place (tempat Jualan)

Placae mengartikan tempat Anda berjualan dari mana. Hampir semua bisnis yang di jalankan saat ini baik yang offline maupun yang online mempunyai tempat atau lokasi untuk berjualan untuk bisa mencapai target pasar yang sudah di rencanakan di awal.

Memang awalnya unsur-unsur marketing ini awalnya kalau menurut pandangan pribadi saya hanya bisa di jalankan secara offline. Ini mencakup Kantor, Gudang, Pabrik pembuatan, Toko fisik, kantor cabang dan toko cabang mungkin. Pilihlah lokasi-lokasi yang mempunyai tempat yang ideal dan yang kita-kira mempunyai cocok dengan biaya yang Anda miliki.

Belakangan dengan adanya perkembangan internet dan kemajuan teknologi, tempat tidak lagi terbatas hanya kepada kantor atau toko fisik saja. Tempat untuk berjualan dan memasarkan produk saat ini menjadi lebih luas lagi. Anda bisa berjualan dengan menggunakan media sosial, website, toko online pribadi, market place dan lain sebagainya.

Kalau tempat untuk berjualan Anda tidak memenuhi kriteria tempat, maka kemungkinan besar jualan Anda tidak akan laku keras. Mungkin ada yang beli tapi tidak bisa mendapatkan keuntungan sesuai yang Anda harapkan.

Kriteria tempat biasanya:

  • Ada keramaian
  • Ada target market yang ingin Anda capai
  • Ada daya beli di tempat itu

Produk yang Anda jual itu juga bisa menentukan tempatnya seperti apa. Misalnya saja Produk yang Anda jual dalam bentuk makanan. Makanan ini bisa Anda jual dengan:

a. Jual Makanan Mateng dengan Open Booth.

Berarti jualan Anda harus offline, jadi cara berjualannya harus di tempat yang mempunyai keramaian. Karena Keramaian akan mengundang keramaian bukan?

Contoh tempat untuk berjualan yang ramai saat ini misalnya di depan Alfamart, Indomart, Di dekat kampus, depan sekolah, Car free day, Ikut Bazar, Pasar Malam, Kawasan perkantoran dan lain sebagainya.

b. Jual Makanan Mateng dengan menggunakan packaging tidak Open Booth.

Cara jualan seperti ini juga bisa untuk menambah penghasilan Anda. Misalnya suami atau istri Anda bekerja di kantor, Anda bisa membuat makanan yang sudah di kemas dan di titipkan ke mereka untuk di jual ke teman-teman mereka. Kalau misalnya Anda sudah punya anak. Anak Anda juga bisa membantu menjual produk makanan Anda kepada teman-temannya.

Jika produk makanan yang Anda jual bisa tahan lama Anda bisa juga menerima reseller kepada kenalan atau teman-teman mereka.

c. Jual Makanan dalam bentuk frozen

Makanan frozen bisa kita jual secara online dan bisa open reseller juga, karena jenis makanan seperti ini bisa tahan lama. Anda bisa berjualan dari rumah atau dari mana saja dengan menggunakan Facebook, Instagram, WhatsApp, Telegram dan lain sebagainya.

Makanan frozen ini kalau menurut saya sangat menguntungkan ke dua belah pihak. Pihak penjual dan pembeli, selain itu kita juga bisa membantu orang-orang lain yang membutuhkan pekerjaan dengan membantu menjualkan produk makanan frozen kita dengan menjadi reseller.

Mungkin ada yang bertanya seperti ini, saya jualan tapi dagangan saya tidak laku-laku, itu bagaimana?

Dagangan tidak laku bisa jadi karena:

  • Anda berjualan di tempat yang tidak ada keramaian
  • Rasanya tidak memuaskan
  • Pelanggan sudah mulai jenuh dengan makanan Anda (Bisnis apapun pasti akan mengalami hal seperti ini dimana suatau saat akan ada waktunya para pelanggan Anda merasa bosan atau kejenuhan dengan produk makanan Anda).

Jika sebuah bisnis mengalami kejenuhan yang awalnya penjualan sangat bagus tapi belakangan menjadi menurun dan kemudian terus menurun, hal itu bisa Anda atasi dengan pindah lokasi jika Anda open booth tapi kalau Anda membuka restoran besar pasti tidak mungkin harus memindahkan tempatnya dengan modal yang milyaran, apalagi kalau sampai di tutup, pasti rugi besar. Jadi solusinya mungkin melakukan renovasi atau lain sebagainya.

Ingat, tidak ada bisnis yang abadi di dunia ini!

3. Price (Harga)

Elemen selanjutnya dalam Marketing Mix adalah Price atau harga yang Anda tetapkan untuk menjual produk Anda. Anda juga yang mengatakan harga ini adalah sejumlah uang yang harus mereka keluarkan untuk membeli atau menggunakan produk Anda.

Jika bisnis yang Anda jalankan adalah model kemitraan pasti untuk harga jualnya sudah di tetapkan untuk semua, dan biasanya harga jualnya sama.

Tapi kalau Anda merasa harga jual di daerah Anda itu terlalu tinggi Anda mungkin bisa berbicara dengan mitra atau merchant Anda untuk menurunkan harga jual di tempat Anda dengan mengurangi porsinya.

Saya ada pengalaman saat mengobrol dengan teman saya sewaktu berada di villa soal harga makanan yang di jual oleh teman kami pada saat pandemi. Dia mengatakan, wah harganya itu agak tinggi bro, kalau kita makan di restoran, ya wajar saja. Tapi kalau kita makan dengan membeli online, menurut saya harga Rp.25.000 atau Rp.35.000 itu termasuk mahal. Dia kan tidak perlu bayar listrik, sewa tempat dan lain sebagainya?

Apalagi pada saat pandemi seperti ini, orang-orang sudah tidak terlalu memperdulikan dengan rasa, yang mereka lihat harganya murah tapi dapat makanan dan kenyang.

Kalau harganya Rp.15.000 – dengan Rp.20.000 masih wajarlah buat orang-orang untuk membeli pada saat pandemi seperti ini bro kata teman saya.

Dari cerita teman saya itu kita bisa ditarik kesimpulan kalau harga yang terlalu tinggi bisa membuat minat orang membeli jadi berkurang. Di satu sisi, kalau Anda menjual harga terlalu murah juga bisa membuat bisnis Anda ke depannya menjadi tidak baik.

Jadi di sini Anda harus bisa menemukan titik tengah yang tepat di mana Anda dan juga konsumen Anda dapat kepuasaan dan keuntungan.

Bagaimana sih cara menghitung harga yang sesuai dengan target market Anda saat ini?

Jadi dalam dunia ekonomi ada yang namanya BEP atau yang juga di kenal dengan Break Even Price. Ini artinya harga terkecil yang bisa Anda pasangkan dengan produk yang Anda jual agar bisnis Anda tidak merugi. Bahasa mudahnya buat saya adalah balik modal.

Rumus untuk mendapatkan nilai dari Break Event Price ini tentu ada rumus khususnya:

Total Fixed Cost + Variable Cost Per Unit = Break Even Price.

  • Total Fixed Cost – ini adalah total keseluruhan dari pembuatan produk yang Anda buat. Ini termasuk sewa tempat, ongkos tenaga kerja, bahan baku dan ongkos biaya lainnya (alat tulis, biaya marketing dll).
  • Variable Cost Per Unit – ini adalah biaya untuk pembuatan satu buah produk yang Anda buat.

HPP (Harga Pokok Produksi) Berapa harga produksi untuk satu produknya itu berapa?

Sebagai contoh:

Katakanlah PT. SUBMITCLimb akan membuat sebuah Apron. Biaya untuk keseluruhan pembuatan Apron (Total Fixed Cost) untuk membuat apron sebesarRp.1.000.000.000,00. SUBMITClimb akan memproduksi sebanyak 20.000 Apron (Production volume). Biaya untuk pembuatan Apron per unit produknya adalah Rp.39.000,00

 

Break Event Price Niaga Shoes: (1.000.000.000,00/20.000)+39.000

Jika kita menggunakan rumus yang ada di atas maka break event yang akan kita dapatkan untuk perusahaan SUBMITClimb adalah Rp.89.000,00

Catatan: Break Event Price ini belum termasuk keuntungan sebenarnya dari bisnis Anda. Ini adalah sebuah cara untuk mengetahui titik aman atau terendah yang tidak merugikan bisnis yang Anda jalankan. Jadi untuk bisa mendapatkan keuntungan yang Anda inginkan, Anda harus menambahkan beberapa rupiah lagi dari hasil hitung-hitungan break event yang Anda dapatkan itu.

4. Promotion (Strategi Marketing)

Tidak lengkap kalau Anda hanya memikirkan produk apa yang akan Anda buat, berapa harga jualnya dan di mana lokasinya saja. Produk yang sudah Anda buat itu tidak akan di kenal oleh orang kalau tidak dikenalkan kepada orang-orang lain bukan?

Pertanyaan Anda sekarang adalah bagaimana Anda menjalankan strategi promos untuk produk Anda.

Sebelum menjawab pertanyaan itu saja mau kasih tahu dulu beberapa hal berikut ini kepada Anda, bahwa seseorang yang membeli produk atau jasa tertentu itu tidak langsung tiba-tiba dia datang dan membeli produk-produk Anda.

Ada jalan ceritanya kenapa mereka bisa sampai tahu produk Anda dan akhirnya membeli produk Anda (dalam contoh ini adalah produk makanan).

Dari yang tidak tahu tentang produk Anda sampai dia tahu dan akhirnya memutuskan untuk membeli atau mungkin malah mereka sampai mau merekomendasikan produk Anda kepada teman-temannya karena rasanya yang enak.

Level Loyalitas Pelanggan

Suspect (Tersangka) – Ini adalah orang-orang yang menjadi target utama Anda. Misalnya saja Anda ingin jualan offline di depan Indomart atau toko lain yang ada di sekitar Anda. Maka orang-orang yang kemungkinan akan membeli produk Anda adalah:

  • Pelanggan Indomart atau toko itu
  • Orang-orang yang tinggal di sekitar area itu
  • Orang-orang yang lewat di Indomart atau toko itu

Jadi semua orang-orang itu awalnya mungkin tidak tahu, tapi sewaktu mereka ke Indomart atau ke toko itu hendak belanja dia akan melihat booth Anda meskipun waktu itu belum berniat untuk membeli. Baru sekedar tahu ada booth Anda di sana.

Prospek (Orang-orang yang sudah tahu) – Maka Mereka yang belum tahu produk Anda ini harus Anda rubah dulu untuk menjadi prospek Anda. Prosepk dan Suspect sama-sama target market Anda. Bedanya kalau suspect ini orang yang belum tahu sedangkan Prospek adalah orang-orang yang sudah tahu produk Anda.

Customer – Customer ini adalah orang yang membeli produk Anda. Jadi setelah mereka tahu, Anda coba paksa mereka untuk membeli produk Anda. Paksa yang saya maksud di sini, bukan seperti Anda benar-benar memaksa mereka untuk membeli produk Anda. Ayo dong Pak, beli produk saya, jajanin makanan saya dan kata-kata lainnya.

Tidak ya, tidak seperti itu…

Anda gunakan cara-cara yang baik dan benar. Misalnya saja dengan:

  1. Membagikan brosur
  2. Pamflet
  3. Pakai voucher

Saya ingin menjelaskan sedikit tentang voucher ini, dan juga kalau Anda baru pertama kali jualan. Anda jangan memikirkan yang namanya keuntungan (profit). Untuk awal-awal Anda harus berani rugi dulu atau berani untung sedikit.

Jadi yang harus Anda target awal-awal ini adalah jumlah orang-orang yang datang bukan profitnya dulu. Semakin banyak orang yang datang semakin bagus untuk Anda. Kalau Anda mundur ke poin nomor 3 tentang harga. Di harga itu ada yang namanya HPP (Harga pokok produksi).

Harga Jual – HPP (Harga Pokok Produksi) = Profit.

Rp.3.000 – Rp.2.000 = Rp.1.000 (Setengah atau semua dari profit ini bisa Anda gunakan sebagai voucher untuk menarik minat orang).

Kalau bisa tanggal masa berlaku Voucher yang Anda berikan harus ada batasnya. Misalnya, hanya untuk hari itu atau untuk selama beberapa hari saja atau Bisa juga hanya untuk hari sabtu dan minggu. Misalnya seperti itu.

Jadi kita ingin bagaimana orang mau datang dan ramai pada saat Anda opening. Memang cara ini mungkin tidak mudah untuk dilakukan tapi ini adalah strategi yang patut Anda coba.

Saat ada orang beli dengan menggunakan voucher yang Anda berikan mungkin Anda tidak mendapatkan untung apa apa, atau mungkin dapat untung tapi sedikit sekali. Ini tidak menjadi masalah karena Anda akan mendapatkan beberapa keuntungan yang lainnya.

Keuntungan apa itu?

Di voucher itu, kita minta mereka untuk mengisi nama, no WhatsApp misalnya, atau suruh follow akun sosial media yang kita miliki.

Nah saat mereka memberikan voucher atau menggunakan voucher itu Anda mendapatkan yang namanya data base orang itu.

Mantab kan?

Setelah mereka membeli dan menikmati mkanan Anda. Jika makanan itu enak mereka akan kembali lagi untuk membeli produk Anda. Orang seperti ini di namakan klien Anda.

Klien – Klien adalah orang yang sudah membeli produk Anda secara berulang kali. Lalu bagaimana kalau mereka tidak mau menjadi klien Anda? Anda bisa coba hubungi nomor WhatsApp mereka “Hei hari ini kami sedang ada promo nih. Atau bisa juga Hari ini kami sedang ada menu baru”. Kasih Diskon potongan lagi tapi jangan banyak – banyak. Misalnya waktu promo opening kita kasih Rp.5000 sekarang Anda bisa kasih potongan Rp.2.000. ini contoh saja.

Advocat – Ini bukan memaksudkan seorang pengacara beneran, kita hanya akan meminjam istilah itu saja. Mereka ini yang tadinya menjadi klien Anda sekarang sudah menjadi pembela Anda atau orang yang akan merekomendasikan produk Anda. Eh, coba tuh produk si A, produknya enak dan mantab.

Partner – Setelah mereka menjadi pembela Anda, Anda bisa mengajak mereka untuk menjadi partner Anda jika Anda mau. Partner ini adalah orang yang ikut membantu menjualkan produk-produk Anda. Misalnya saja produk Anda adalah produk-produk yang awet atau yang bisa di frozen atau jualan makanan mateng tapi bisa di packaging.

Kalau mereka suka dengan produk Anda atau mungkin sedang membutuhkan uang tambahan, coba saja tawarin mereka mau tidak membantu jualin produk-produk Anda, nanti Ibu atau Bapak ngambil dulu saja dari tempat saya tidak usah bayar kalau ada yang beli nanti Ibu atau Bapak tinggal ambil profitnya saja.

Beritahu kepada mereka kalau menjalankan bisnis tidak perlu mengeluarkan modal. Mereka bisa ambil terlebih dahulu tanpa harus membayar karena Anda dan dia sudah saling kenal sebagai pelanggan dan penjual, kalau ada yang beli mereka bisa ambil barang di tempat Anda, kemudian mereka bisa langsung ambil profitnya dan sisanya di setorkan kepada Anda.

Memang kalau ada yang menjadi resller harga yang Anda berikan jauh lebih murah daripada mereka yang bukan reseller. Tapi mereka yang menjadi reseller belinya biasanya dalam jumlah banyak, jadi ini bisa membantu sekali dalam penjualan Anda.

Jika Anda menggunakan strategi voucher pada saat membuka usaha baru yang perlu Anda perhatikan adalah jangan sampai Anda kewalahan dalam memberikan pelayanan dan melakukan kesalahan umum ini:

  1. Anda harus sudah benar-benar menguasai produk
  2. Pastikan Produk yang Anda jual sudah enak
  3. Profesional dalam pelayanan. (Sering sekali saya perhatikan kalau orang baru buka usaha cara melayani mereka kagok, bingung, kaku dan lama).

Jadi 3 hal yang ada di atas itu harus benar-benar Anda perhatikan. Saya secara pribadi kalau beli makanan paling sebel kalau yang melayani lama dan terlihat kaku. Lama karena ramai yang beli itu wajar, tapi kalau lamanya itu karena dia bingung dan grogi ini yang sangat-sangat bikin kesel saya dan juga Anda bukan?

Waktu yang Tepat untuk Launching Produk

Saya rasa untuk bagian ini sudah banyak orang yang tahu kapan sih waktu yang paling tepat untuk Launching produk atau buka toko pertama?

Biasanya, kebiasaan orang untuk berani mengeluarkan uang untuk makan dan jajan adalah hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Ini berdasarkan kebiasaan orang ya bukan berdasarkan penaggalan jawa, Fenf Sui atau lainnya. Hari lain orang juga mengeluarkan uang untuk makan dan jajan tapi biasanya di hari-hari itulah banyak orang lebih senang dan bebas untuk mengeluarkan uang mereka untuk jajan dan beli makanan di luar (untuk kuliner).

5. People (Orang yang berjualan produk)

Saat saya menulis bagian ini saya mengasumsikan dua hal yang akan Anda lakukan. Pertama Anda akan berjualan sendiri atau yang ke dua adalah Anda akan menggunakan karyawan untuk menjual produk Anda. Ini adalah keputusan Anda masing-masing ya. Tapi yang paling penting pada bagian ini adalah ada beberapa prinsip-prinsip penting saat Anda berjualan.

Seringkali ada orang yang berjualan itu

  1. Produk yang mereka jual bagus
  2. Tempatnya sangat bagus
  3.  Harga yang mereka jual masuk akal dan terjangkau
  4. Promosinya sudah luar biasa mantab

Tapi kenapa penjualan mereka masih sangat sepi? Apa penyebabnya?

Menurut saya, bisa jadi adalah orangnya yang mungkin bermasalah. Dari pengamatan saya selama saya hidup kebanyakan yang menjadi masalah sebuah bisnis sepi penjualan salah satu penyebabnya adalah orangnya.

Mungkin Anda pernah membeli atau menggunakan jasa orang, di mana produk atau jasa yang mereka berikan sangat bagus. Tapi orang yang melayani Anda itu jutek dan mungkin gak bersahabat. Apakah Anda mau untuk kembali lagi membeli di sana atau menggunakan jasa mereka lagi?

Saya yakin kebanyakan dari Anda tidak ingin kembali lagi bukan?

Saya juga demikian.

Perlu Anda ingat. Orang-orang yang berbelanja di toko atau warung Anda mereka tidak hanya membeli produk atau jasa yang Anda jual, tapi mereka juga membeli palayanan yang Anda berikan kepada mereka.

Catat itu itu ya!

Hal penting yang harus Anda perhatikan adalah saat menjual jasa atau produk:

  • Ramah
  • Senyum
  • Beri salam
  • Ucapkan Terima kasih
  • Tanyakan nama jika memungkinkan (biasanya kalau sudah 3 – 5 kali beli kita bisa kenalan)
  • Sapa mereka
  • Ingat mereka
  • Anggap mereka seperti teman (untuk yang beberapa kali sudah membeli di tempat Anda)

Selain itu saat Anda menawarkan barang-barang yang di jual paket coba beritahu mereka, kalau bapak membeli produk ini ada dua pilihan yang bisa menguntungkan bapak. Untuk yang satu paket harganya Rp.10.000 untuk yang dua paket harganya Rp.17.500 Pak.

Saya jamin jika Anda atau karywan Anda memberitahunya, orang itu pasti akan berpikir dan kemungkinan bisa membeli yang satu paket atau yang dua paket. Misalnya mereka tidak membeli yang dua paket tidak masalah yang penting Anda sudah memberitahu mereka dan mungkin dari sekian banyak pelanggan yang membeli akan ada orang yang tertarik untuk membeli dua paket.

Ya, jadi itu saja yang bisa saya bagikan dalam panduan kali ini. Memang agak panjang ya, tapi saya rasa ini bisa sangat membantu Anda. Apa yang saya bagikan ini bukan ilmu mengada-ada, malah banyak pengajar online dan tempat kursus berbayar materi yang mereka berikan hampir sama persis dengan yang saya bagikan kepada Anda secara gratis ini.

Ini bukan karena saya atau mereka saling contek ilmu, bukan itu. Tapi memang ini adalah cara dasar yang di pakai oleh semua orang untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka yang sudah di uji dan menjadi patokan dasar semua orang. Materi yang saya bagikan ini juga bahkan diajarkan dalam sekolah-sekolah. Bersukur dengan adanya perkembangan internet bisa membantu kita semua untuk bisa belajar dan mendapatkan pengetahuan dengan lebih mudah secara online.

Jika Anda suka dengan artikel dan juga video tutorial yang kami buat ini, Bantu kami untuk share artikel Pentingnya Marketing Mix untuk Meningkatkan Penjualan Online ini dan jangan lupa subscribe channel YouTube SUBMITClimb untuk mendapatkan video lanjutan dan juga video tutorial lain yang mungkin berguna dan bermanfaat untuk Anda. Anda juga bisa menemukan tutorial dan beberapa panduan yang hanya kami share di akun sosial media kami seperti di Facebook, Facebook Group, Twitter dan Instagram SUBMITCLimb.

Artikel menarik lainnya:

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top