Mengapa Minuman Bersoda Berkafein

Mengapa Minuman Bersoda Berkafein

Mengapa Minuman Bersoda Berkafein – Manfaat dan Bahayanya. Di Negara kita minuman bersoda bisa dikatakan bukan minuman yang paling di sukai dan banyak diminum oleh Orang-orang di Indonesia. Orang Indonesia lebih suka minum teh, kopi dan es kelapa. Meskipun kita bukan seorang dokter dan peminum soda namun ada hal yang harus kita ketahui tentang minuman bersoda ini, karena apa yang akan kita masukkan ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi kehidupan kita (Tubuh kita). Saya sangat yakin tidak ada satupun orang di dunia ini yang ingin sakit, apalagi sakit yang ada di dalam tubuh kita seperti jantung dan organ-organ lainnya.

Meskipun tidak setiap hari kita meminum minuman soda di saat cuaca panas pasti akan terasa segar jika kita munum – minuman soda yang dingin bukan? Meskipun minuman bersoda ini enak dan terasa menyegarkan tubuh jika kita munum dingin-dingin, jika kita minum terlalu sering bisa membahayakan tubuh kita juga karena menurut para pakar kesehatan minuman bersoda mengandung bahan-bahan yang tidak terlalu baik untuk tubuh kita.

Apakah Anda Tahu, Mengapa ada Kafein di Minuman Bersoda?

Apakah Anda tahu minuman bersoda itu menggunakan kafein? Jika Kafein tidak mempengaruhi rasa pada sebuah minuman ringan (bersoda dll) mengapa Kafein banyak digunakan? Pertanyaan dari sebuah majalah (New Scientist – kami kutip dari majalah Sedarlah). Ilmuwan sebuah Universitas di Baltimore Baltimore yang melakukan riset mendapati bahwa hanya 2 orang saja dari 25 dewasa yang menyukai minuman kola bisa membedakan rasa antara minuman ringan yang mengandung kafein dan yang sama sekali tidak mengandung kafein. Apakah Anda tahu 70 pesen dari 15 miliar kaleng minuman yang berkarbonasi yang sering di munum orang Amerika pada tahun 1998 mengandung kafein. Dalam sebuah penelitinan, psikofarmakolog Roland Griffiths dan rekan – rekannya mereka menemukan adanya gejala ketagihan pada anak – anak yang mencoba berhenti untuk minum – minuman soda yang mengandung kafein. Griffiths mengatakan, “Mereka menambahkan semacam zat adiktif”, yang sudah pasti bertanggung jawab atas fakta bahwa orang-orang lebih suka dan banyak minum-minuman soda yang mengandung kafein dari pada yang tidak mengandung kafein.

Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Ema Aprilisa di teen.co.id. yang di tampilkan di MSN “Konon orang yang selalu (Rutin) minum – minuman bersoda (berkarbonasi) sedikitnya 2 kali dalam sehari, konon akan lebih mudah mengalami penurunan fungsi ginjal dan juga meningkatkan resiko kanker pankreas. Kandungan Kafein di dalam minuman bersoda bisa mencapai 32 – 42 Mg per kaleng dengan volume 350 ml. jumlah ini setara dengan sepertiga dari kandungan kafein di secangkir kopi. Selain itu kandungan Gula di dalam sebuah minuman bersoda juga terbilang sangat tinggi, katanya hampir empat kali gula dalam minuman manis yang biasa kita buat seperti teh dan lain sebagiannya. Satu porsi minuman bersoda bisa mengandung 420 – 450 kalori atau 20% dari kebutuhan kalori tubuh.

Baca Juga Artikel kami: Keputihan Mengapa dan Cara Pencegahannya.

Apakah Minuman Bersoda Tidak Baik Untuk Kesehatan Tubuh Kita?

Dari artikel yang kami di situs bbc Indonesia jika meletakkan sebuah koin di dalam segelas minuman cola kemudian membiarkannya selama semalaman, besok harinya koin itu akan bersih mengkilap. Apakah hal ini terbukti benar? Mari kita melakukan pembuktiannya secara langsung ya.

[VIDEO COLA INI SEDANG KAMI SIAPKAN UNTUK DI UPLOAD]

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini disebabkan karena kandungan asam belerang yang ada di dalam minuman kola menghilangkan lapisan oksidasi yang melapisi koin tadi. Namun apakah memang ada buktinya minuman bersoda memang tidak baik untuk kesehatan tubuh kita? Air minuman bersoda biasanya di buat dengan menambahkan karbon dioksida, proses ini akan menghasilkan air yang nantinya akan mengandung asam lemah dan asam karbon.

Jika sekarang ini Anda memiliki sebotol cola dan mencoba meminumnya sekaligus kemungkinan Anda bisa mengalami cegukan atau sembelit. Lalu bagaimana jika kita meminumnya secara bertahap mungkin Anda akan bertanya demikian? Apakah hal ini bisa membahayakan perut kita?

Pertama. Apakah Soda bisa Mempengaruhi Perut

Berdasarkan percobaan secara acak yang dilakukan dalam skala kecil, para pasien yang mengalami mules-mules bahkan sembelit diberi minum, baik itu minuman yang mengandung soda atau air biasa selama 15 hari, ternyata yang mengalami gejala sakit tak kunjung mereda dengan cepat adalah mereka yang hanya di beri minum air putih biasa saja. Memang jika Anda meminum banyak air yang mengandung soda mungkin akan mengalami kembung, tetapi ada kabar baik yang di lakukan oleh para peneliti di Jepang bahwa efek kembung ini bisa membawa manfaat. Tim yang melakukan riset ini kemudian meminta sekelompok wanita untuk berpuasa selama satu malam, kemudian mereka harus minum dengan perlahan, baik itu air putih biasa dan juga minuman yang bersoda. Dari riset yang dilakukan itu terlihat 900 ml gas dilepaskan dari 250 ml air yang mereka minum, jadi sangat tidak mengherankan jika wanita-wanita yang ikut dalam program itu agak kembung dan juga merasa kenyang meskipun mereka belum makan.

Dari hasil efek kenyang yang di dapat itu dan juga tidak adanya rasa tidak nyaman yang dialami para wanita yang ikut dalam penelitian itu, minum air soda disarankan untuk satu cara agar bisa menghindari makan-makanan yang berlebihan. Meskipun demikian pastikan Anda untuk mengurangi minum bersoda.

Kedua. Apakah Soda bisa Mempengaruhi Tulang Kita?

Jika Minuman bersoda memang tidak bisa merusak perut Anda, lalu bagaimana pengaruh minuman soda yang Anda minum dengan tulang Anda? Apakah minuman soda bisa melemahkan tulang Anda? Dari hasil pencarian kami di internet tidak ada yang memberikan jawaban tentang hal ini dan tidak ada bukti yang jelas tentang masalah ini.

Sebuah Studi tentang hal ini di lakukan pada tahun 1948 “Fremingham Heart” dan studi ini di ikuti sekelompok orang selama bertahun – tahun dengan tujuan ilmu pengetahuan untuk bisa mengungkap apakah faktor-faktor yang bisa menimbulkan penyakit jantung, bahkan penelitian ini juga di teruskan kepada keturunan mereka yang mau ikut ambil bagian dalam studi Framingham Osteoporosis yang juga melibatkan banyak pengujian ektensif setiap empat tahun sekali yang dilakukan oleh para peneliti dari universitas Tufts di Boston.

Kemudian pada tahun 2016 mereka menemukan hasilnya bahwa wanita wanita (bukan pria) yang banyak meminum – minuman yang mengandung soda mereka memiliki tulang pinggul dengan kepadatan mineral yang jauh dari rata-rata atau lebih rendah. Bahkan minuman yang mengandung karbonat lainnya hasilnya juga memiliki efek yang sama. (Ayo sayangi kehidupan Anda mulai hari ini)

Mereka yang melakukan studi ini berhipotesis bahwa pengaruh pada tulang ini mungkin di sebabkan oleh kafein dan juga aksi asam fosfat (tidak ditemukan dalam sparkling water) masih belum bisa di pahami dengan lebih baik. Bisa jadi zat-cat ini menghalangi penyerapan kalsium, sampai saat ini masih belum ada yang mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi dan bagaimana pila makan bisa mempengaruhi kesehatan tulang pada manusia. Jadi bisa jadi sekarang ini minuman bersoda tidak menjadi masalah untuk kesehatan tulang dan perut kita.

Ketiga. Apakah Soda bisa Mempengaruhi Gigi

Dari hasil penelitian para ahli yang sudah kami jelaskan diatas Minuman bersoda tidak mempengaruhi Perut dan juga Tulang. Tetapi apakah minuman bersoda bisa mempengaruhi Gigi kita? Mmm.. kalau kita tidak punya gigi susah juga ya kalau mau makan. Perlu Anda ketahui asam apapun itu, meski kadar asamnya sangat sedikit hal ini bisa menggerus lapisan enamel gigi kita, kira-kira menurut Anda apakah hal itu benar?

Barry Owens dari University of Tennessee Collage of Densitistry di USA, Memphis. Melakukan riset yang di lakukan pada tahun 2007, ia membandingkan berbagai macam minuman yang mengandung soda. Ia menyimpulkan dari hasil studi ini bahwa minuman yang paling banyak mengandung asam adalah minuman yang berbasis kola, juga minuman kola diet dan juga kopi. Ia berpendapat bahwa bahwa bukan hanya pada tingkat keasaman (pH) dari suatu minuman yang bisa berpengaruh. Tetapi seberapa kuat minuman itu mampu dan bisa menahan keasaman dengan zat-zat lainnya, karena dalam kehidupan manusia ada air liur dan juga zat-zat pada makanan lain yang rupanya juga bisa mempengaruhi tingkat keasaman.

Berdasarkan adanya daya penyangga, ada suatu penelitian yang kemudian menggolongkan:

  • Minuman berkarbonat bebrbasis non-buah. (Paling tinggi untuk tingkat keasamannya)
  • Minuman bergelembung berbasis buah
  • Jus buah dan
  • Kopi

Jadi minuman yang bergelembung pasti akan merusak kerasnya enamel gigi Anda. Suatu studi kasus yang dilakukan pada tahun 2009 mengenai salah satu seorang pekerja dari Bank yang baru berumur 25 cukup membuat kita ngeri. Gigi depan dia rusak setelah hampir empat tahun dia banyak meminum setengah liter kola setiap harinya di tambah juga dengan meminum jus buah. Orang bank ini dikatakan “menahan minumannya di dalam mulut selama beberapa detik untuk menikmati rasa kemdian setelah itu ia menelannya”. Mereka menemukan, jika kita minum munuman bersoda lebih lama berada di dalam mulut kita secara rutin hal ini bisa mengurangi turunnya kadar pH di dalam mulut kita. Tapi hal ini membuat kadar keasaman di dalam mulut kita menjadi lebih tinggi.

Lalu bagaimana jika kita minum-munuman bersoda menggunakan sedotan? Anda ingin tahu hasilnya? Minum soda ini akan langsung mengarah ke dalam belakang mulut kita sehingga bisa mengurangi potensi kerusakan pada gigi kita.

Contoh gigi karyawan bank membuat ngeri

Sekarang ini Kita sering juga menemukan minuman air mineral yang bersoda, apakah minuman jenis ini juga bisa membahayakan gigi kita?

Sebuah penelitian yang di lakukan di sebuah Universitas of Birmingham, Catriona Brown, mereka meletakkan sejumlah gigi manusia yang kesemua gigi itu tidak dalam kondisi bagus tidak terkikis, kemudian memasukkannya ke dalam toples yang berisi air soda dengan banyak rasa berbeda-beda selama 30 menit. Tapi seluruh gigi tersebut di lapisi vernis (di poles) hanya area yang akan di lakukan pengujian saja dengan diameter kira-kira setengah sentimeter. Dan mereka kemudian mendapatkan hasil, semua gigi itu masih sama. Bisa kita katakan minuman air mineral yang di beri rasa seharusnya tidak dimasukkan ke dalam minuman yang membahayakan.

Memang kita semua tahu kondisi lingkungan di dalam toples berbeda dengan kondisi lingkungan di dalam mulut, tapi sampai sejauh ini buktu bahwa minuman bersoda itu bisa membahayakan buktinya tidak cukup kuat.

Apakah sekarang setelah Anda membaca artikel ini Anda ingin beralih untuk tidak meminum – minuman bersoda? Ini keputusan masing-masing kita, tapi kalau mau di zona yang aman jika Anda ingin meminum-minuman yang bersoda dan ingin mengamankan gigi Anda, sebaiknya gunakanlah sedotan untuk meminumnya. Semoga artikel tentang Mengapa Minuman Bersoda Berkafein bisa membantu dan menambah informasi untuk Anda.

PERHATIAN: Informasi yang kami tulis di dalam artikel ini (Mengapa Minuman Bersoda Berkafein) hanya sebuah informasi umum saja, tidak boleh Anda gunakan sebagai pengganti nasihat kesehatan atau medis dari Dokter atau perawat kesehatan.

SUBMITClimb tidak bertanggung jawab untuk semua diagnosis yang dilakukan oleh para pembaca kami berdasarkan tulisan yang masuk dalam kategori kesehatan atau yang ada dalam artikel ini.

Selain itu SUBMITClimb juga tidak bertanggung jawab terhadap semua tulisan yang ada di website luar (lain) yang mungkin terhubung di dalam website kami atau artikel ini, kami juga tidak ingin menyarankan produk kesehatan (obat) komersial yang disebutkan dalam situs web lain tersebut termasuk jasa yang disebutkan atau di tawarkan.

Pastikan Anda untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kesayangan Anda yang selalu perduli dengan kesehatan dan kehidupan Anda.