skip to Main Content
JANGAN LUPA LIKE - COMMENT - SHARE & SUBSCRIBE >>
Cara Menilai Keyword Yang Mampu Menarik Pembeli Dengan Search Intent

Cara Menilai Keyword yang Mampu Menarik Pembeli dengan Search Intent

Bagaimana kita bisa menilai sebuah keyword? Ini adalah pertanyaan yang dulu sering saya tanyakan. Namun sebelum kita membahas hal itu kita akan sedikit mengulang apa itu keyword?

Dalam bahasa indonesia keyword bisa di artikan sebagai kata kunci. Pemilihan dan penggunaan Kata kunci yang tepat dalam SEO bisa mendatangkan traffic kepada blog kita.

Memang ada begitu banyak kata kunci dalam satu kata kunci yang akan kita gunakan, sayangnya…

TIDAK SEMUA KATA KUNCI memiliki dan mempunyai JUMLAH PENCARIAN yang sama, tingkat persaingan yang sama dan nilai yang sama tinggi.

Memang seringkali sewaktu kita meriset kata kunci, ada kata kunci yang jumlah pencariannya sangat tinggi, tetapi belum tentu memiliki manfaat yang kita inginkan. Bisa jadi keyword yang jumlah pencariannya sangat sedikit tetapi bisa mendatangkan manfaat sesuai yang kita harapkan.

Jika di tanya mana yang akan Anda pilih dari kalimat di atas?

Sudah pasti kita akan memilih yang jumlah pencariannya sedikit tetapi bisa mendatangkan manfaat sesuai dengan harapan atau yang kita inginkan.

Bagaimana caranya kita bisa menilai sebuah keyword?

Sebetulnya Google sudah membantu kita memberikan sinyal – sinyal yang bisa membantu kita untuk menentukan nilai sebuah keyword.

Kita bisa menilai sebuah keyword dengan menggunakan atau memanfaat search intent.

Search intent itu dapat memberikan kita pengunjung yang tepat sasaran dan bernilai, mudahnya begini, ketika seseorang menggunakan mesin pencari sudah pasti Orang tersebut memiliki tujuan untuk mencari sesuatu informasi.

Informasi yang seperti apa? Yang bisa menjawab kebutuhan dia saat itu….

Sebagai contoh:

Anda mencari laptop dengan menggunakan kata kunci seperti ini:

  1. “Laptop Xiaomi Notebook Air”
  2. “beli laptop Xiaomi Notebook Air”
  3. “laptop xiaomi notebook air bali”

Biasanya sesorang tidak akan langsung membeli sebuah laptop, tetapi dia akan melakukan hal ini:

  1. Ingin memperoleh informasi tentang laptop xiaomi notebook air itu sendiri”
  2. Setelah mendapatkan informasi dia pasti punya keinginan untuk membeli laptop xiaomi
  3. Berusaha mencari informasi tentang toko atau di mana dia bisa membeli laptop itu, entah di kotanya, atau toko online terpecaya dll.

Nah dengan mengetahui hal ini, kita bisa membuat konten yang kemungkinan besar di cari oleh orang – orang yang membutuhkan informasi.

Sebetulnya bukan hanya Google saja, tetapi hampir semua mesin pencari mengetahui artikel mana yang harus dia munculkan ketika seseorang mengetikkan satu kata kunci tertentu.

Sebagai contoh, katakanlah Anda mencari dengan kata kunci “beli laptop xiaomi notebook air” sudah jelas Anda ingin membeli, bukan sedang mencari informasi atau sedang membandingkan, makannya ketika Anda mencari dengan kata kunci itu mesin pencari akan memunculkan halaman website produk toko online yang memiliki peringkat atas..

Bukan website yang membahas tentang laptop xiaomi notebook air……

Contoh ke dua kita akan menggunakan keyword “Laptop Xiaomi Notebook Air”

Anda dan saya dan juga mesin pencari sangat – sangat paham bahwa kita sedang membutuhkan informasi yang dapat di percaya dan diandalkan, jadi kalau ada website baru yang membahas hal yang sama website tersebut akan sangat sulit untuk bisa berada di halaman pertama atau sulit untuk bersaing di keyword ini. (bukan tidak bisa bersaing selamanya ya)

Jadi begitulah cara kerja search inten. Untuk mempermudah pemahaman kita lebih jelas lagi saya akan mencoba menjelaskan ke dalam beberapa kategori

1# Search intent – Informational

Di sini banyak orang yang mengetikkan kata kunci yang berisi informasi, atau mereka sedang membutuhkan sebuah informasi dengan cepat dan menjawab apa yang menjadi pertanyaan mereka.

Misalnya saya mengetikkan kata:

  1. “Cara Merakit Tripod Fotopro m5i menjadi monopod”
  2. “Cara membuat website”
  3. “Cara Mempercepat Ecport Video di Adobe Premiere Pro”
  4. “Manfaat Jeruk Nipis”
  5. “1 KG berapa Gram”

Jika saya mengetikkan kata kunci itu di mesin pencari maka konten-konten yang harus Anda buat adalah konten yang berisi informasi bukan konten penjualan.

Tahukah Anda Informational Intent adalah salah satu keyword yang jumlah pencariannya paling banyak dibandingkan dengan keyword yang lain. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena saya sudah mencoba dan mengetes dan membandingkan dengan keyword yang bukan berisi informasi.

Maka sekarang kalau Anda perhatikan sangat banyak sekali website-website baru yang bermunculan yang berisi banyak informasi penting yang memberi manfaat banyak orang.

Meskipin konten yang berisi informasi sangat penting ada hal yang harus menjadi perhatian Anda.

Mesin pencari sekarang ini tidak seperti mesin pencari tahun 1997. Mesin pencari sekarang sudah sangat canggih dan mereka tahu bagaimana caranya memberikan jawaban yang benar secara langsung kepada orang-orang yang mencari kata kunci tertentu.

quick answer box 1

quick answer box 2

Yang Anda lihat di gambar yang ada di atas itu adalah namanya quick answer box.

Google membuat fitur baru ini untuk manfaat yang sangat besar bagi orang yang mencari informasi di Internet. Tetapi gara-gara mereka menciptakan fitur ini, banyak orang yang sedang mencari informasi tertentu di Google menjadi lebih terbantu dan tidak perlu lagi untuk melihat atau mengunjungi website lain lagi.

Kenapa bisa begitu?

Karena pengunjung langsung mendapatkan informasi yang mereka cari dengan jawaban yang lengkap, jadi sudah pasti mereka tidak akan mengklik website lain atau membuka halaman ke dua dari mesin pencari lagi, kecuali kalau mereka sedang melakukan riset perbandingan artikel yang satu dengan artikel yang lain.

Fitur baru Google ini membuat kunjungan ke website lain menjadi menurun drastis jika kita bandingkan dengan sebelum ada fitur answer box ini.

Memang fitur ini masih banyak terlihat di mesin pencari yang menggunakan bahasa Inggris, untuk di Indonesia sudah ada hanya saja belum banyak dan kedepannya pasti akan semakin banyak.

Jadi mulai sekarang Anda dan saya musti benar-benar hati-hati saat membuat sebuah artikel. Artikel yang kita buat harus benar-benar bagus, informatif dan menjawab tuntas dari suatu permasalahan yang sedang ditanyakan dan dibahas.

2# Search intent – Navigational

Mungkin Anda bingung apa itu keyword navigational? Ini adalah keyword yang jumlah pencariannya sangat besar sekali, tetapi meskipun punya banyak pencarian yang besar, manfaat buat kita tidak ada.

Sebagai contoh untuk memudahkan Anda dan saya:

  1. “WonderShare Filmora”
  2. “Forum Diskusi Web Hosting”
  3. “HP INDONESIA”
  4. “Login Gmail”

Semua orang yang mengtikkan kata kunci seperti itu sudah pasti adalah orang-orang yang ingin langsung mengunjungi atau mencari alamat website resminya langsung. Mereka sedang tidak mencari informasi tentang itu di website lain.

Jadi jangan sampai Anda membuat konten dengan menggunakan keyword yang seperti itu.

3# Search Intent – Commercial investigation

Anda pasti pernah dong ingin membeli sesuatu tetapi Anda kurang tahu tentang produk itu atau produknya sudah tahu tapi masih kurang paham, Sudah pasti Anda tidak akan langsung membeli bukan?

Biasanya kita pasti akan mencari tahu dulu di internet.

Mulai dari melihat review di website yang kita klik atau temukan sampai ke video review di YouTube. Tujuannya supaya kita bisa tahu harga, kualitas produk atau mungkin melihat ada info diskon apa nggak.

Contoh kata kunci ini adalah:

  1. “Harga Lensa Sony A7”
  2. “harga kamera canon mirrorless M50”
  3. “Monitor IPS Terbaik”

Semua kata kunci yang seperti itu sangat bagus karena berpotensi untuk mendatangkan para pembeli ke website Anda.

Memang kalau kita lihat lagi dari kata kunci itu mereka tidak sepenuhnya ingin membeli secara langsung pada hari mereka mencari informasi itu. Tetapi mereka sedang mencari informasi dan sedang melakukan perbandingan, atau saya biasanya menyebutnya mereka sedang pikir-pikir dulu.

Jadi kalau saat ini Anda sedang menjalankan bisnis atau sedang menawarkan jasa kepada banyak orang, cobalah untuk melakukan riset dan kemudian kumpulkan sebanyak mungkin kata kunci yang mengandung commercial investigation yang memang ada hubungannya dengan jasa atau bisnis yang sedang Anda jalankan.

Setelah menemukan dan mengumpulkannya langkah selanjutnya adalah Anda membuat konten atau artikel untuk di posting di website Anda.

Ingat jangan asal membuat konten, buatlah konten yang benar-benar berkualitas.

4# Search Intent – Transactional

Keyword yang mengandung Transactional sangat bagus.

Jika ada orang atau dari pengalaman kita sendiri saja, kalau kita mengetikkan kata kunci yang mengandung keyword transactional berarti kita sudah siap ingin membeli bukan?

Sebagai contoh keyword jenis ini adalah:

  1. “beli monitor HP 24f 24-inch”
  2. “Jual Monitor DELL bekas”
  3. “Batre GoPro Original”

Jika Anda sedang menjual produk atau menawarkan jasa, Anda harus punya artikel yang menggunakan keyword-keyword seperti itu.

Memang biasanya tingkat volume pencarian setiap bulannya sangat sedikit, tetapi keyword-keyword jenis ini sangat mengkonversi.

Tetapi ada kabar buruknya…

Meskipun keyword jenis ini punya jumlah pencarian sedikit tetapi nilai konversinya sangat tinggi, persaingan untuk keyword seperti ini tidak mudah, bisa saya katakan sangat sulit sekali alias SUSAH.

…apalagi jika Anda sedang berbisnis untuk menjual produk-produk yang yang bisa saya katakan populer atau umum. Anda akan kalah dengan website ecommerce besar seperti website JD.ID, Lazada, MatahariMall, Zalora dan website lainnya.

Jujur saya katakan website baru akan sangat-sangat sulit bersaing di mesin pencari dengan website-website besar seperti itu.

Apakah Anda pusing, bingung dan tidak punya harapan setelah mengetahui penjelasan dari saya ini?

Sama saya juga bingung dan pusing hehehe….

Tenang saya akan melanjutkan pembahasan ini ke strategi yang membuat kita memiliki harapan dan bersaing di dunia online.

Tetapi yang akan saya tunjukkan ini kepada Anda harus Anda lakukan dan terapkan, kalau tidak maka panduan ini akan menjadi sia-sia…

Belajar Startegi Keyword

Saya sudah menjelaskan dengan secara bertahap kepada Anda di atas tentang jenis-jenis keyword yang harus Anda tahu dan pelajari.

Masih ingat ya, ada keyword yang jumlah pencariannya besar tetapi nilainya sangat kecil (Informational) dan ada juga keyword yang jumlah pencariannya sangat kecil tetapi nilai konversinya sangat besar (transactional).

Anda mungkin bertanya kepada saya, keyword mana mas yang harus saya gunakan dong?

Sebelum saya menjawabnya saya ingin mengingatkan kembali pelajaran sebelum, saya pernah memberitahu Anda tentang kesalahan yang sering diajarkan secara turun-temurun oleh pelaku SEO dalam SEO dan Pemasaran Online.

Banyak orang terlalu berfokus pada jenis keyword transactional.

Ini maksudnya adalah website mereka paling banyak berisi konten-konten yang bersifat transactional saja sedangkan kata kunci yang lain yang juga penting mereka abaikan. Menurut saya cara kerja seperti ini kurang bagus dan kurang tepat, makannya banyak yang gagal saat menjalankan bisnis online.

Jadi jika Anda sudah paham apa yang saya jelaskan di atas, maka anda tahu langkah apa yang seharusnya Anda lakukan setelah ini, yaitu jangan lakukan seperti itu.

Mengapa saya mengatakan jangan melakukan hal seperti itu?

Karena akibatnya sudah sangat jelas:

  1. Hampir semua pengunjung website Anda tidak akan mendapatkan informasi apa-apa dan mereka tidak terpuaskan.
  2. Website yang Anda buat akan terlihat hanya berfokus pada jenis keyword transactional saja, dan pasti ini akan tidak bagus untuk SEO, karena mencurigakan.
  3. Website akan sangat sulit untuk bersaing dengan website lain karena website Anda mempunyai konten yang sangat sederhana. bahasa saya website Anda gizinya tidak sehat buat pengunjung Anda.

Jadi mulai sekarang segera membuat konten-konten baru yang bermutu jika isi website Anda belum mengandung kata kunci yang sudah saya sebutkan di atas (informational, commercial, investigation dan juga transactional)

Berapa banyak mas?

Bebas dan sesanggup Anda saja…

Kalau Anda suka menulis dan sanggup membuat banyak konten, sebaiknya buatlah konten yang bersifat informational sebanyak mungkin agar pengunjung website Anda banyak tetapi jangan lupa untuk membuat juga konten dengan keyword commercial, investigation dan transactional.

Mas saya tidak sanggup membuat banyak konten…

Maka cobalah untuk membuat konten dengan keyword commercial investigation lebih banyak dari keyword lainnya.

Yang harus menjadi pengingat dan patokan Anda adalah:

 
  • Jangan terlalu banyak membuat konten yang mengandung kata kunci transactional. Ingat fokus saja ke kualitas artikel Anda bukan ke berapa banyak artikel yang bisa saya buat dalam sehari.
  • Setiap membuat konten dengan keyword yang bersifat informational harus selalu masih berhubungan dengan produk atau jasa yang akan Anda jual, jangan asal membuat konten yang tidak ada hubungannya dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Jadi kira-kira seperti itu…

Masih kuat membaca? Karena pelajarannya belum selesai lho…

Sekarang kita akan melihat dan dan belajar bagaimana kita bisa menentukan Intensi komersial sebuah kata kunci.

Menentukan Intensi Komersial Sebuah Kata Kunci

Jika ada pertanyaan kesalahan dalam riset kata kunci yang paling sering ditemukan, tanpa ragu saya akan menjawab: kurang memberi perhatian lebih pada intensi komersial.

Karena pada kenyataannya, sebagian besar ahli SEO setuju pada waktu pemilihan kata kunci, intensi komersial lebih penting dari pada volume pencarian.

Pentingnya poin tersebut tergambar jelas dalam cerita singkat berikut ini…

Salah satu pemilik web menceritakan hal ini kepada saya, Dia yang pernah membuat web dan web tersebut mampu menarik lebih dari 60.000 pengunjung tiap bulan, hanya dari pencarian organik saja.

Bisa Anda tebak berapa banyak penghasilan situs itu?

  • $10,000?
  • $25,000?
  • $40,000?

Bagaimana jika $400? Ya, hanya empat ratus dolar.

Bagaimana mungkin situs itu tidak menghasilkan uang? Sayangnya, saat dia memilih kata kunci untuk situs tersebut, dia lebih fokus pada volume pencarian dan tidak mengindahkan intensi komersial.

Tidak mengherankan hampir seluruh kunjungan situs web tersebut hanya berasal dari kata-kata kunci informatif. Dalam artikel ini Anda bisa belajar betapa sulitnya mengubah pencarian-pencarian informatif menjadi konsumen yang rela membayar.

Selalu ada kabar baik…

Kabar baiknya, dengan sedikit riset Anda dapat dengan mudah menemukan kata-kata kunci yang dicari calon pembeli sebenarnya.

Dan saat Anda mampu membawa mereka ke situs Anda, mudah sekali mendapat petunjuk penjualan bahkan mencetak penjualan. Bagimana caranya?

Tanpa membuang waktu lagi, berikut ini cara mencari kata kunci kata kunci konversi tinggi untuk bisnis Anda.

Intensi Komersial: Empat Kategori Kata Kunci

Berkaitan dengan intensi komersial, jutaan kata kunci di luar sana dapat digolongkan dalam empat kategori:

Kata Kunci Pembelian Serta Merta (Buy Now Keywords)

Jenis kata kunci ini digunakan beberapa menit sebelum seseorang melakukan pembelian. Mereka yang mencari menggunakan kata kunci jenis ini bahkan sudah menyiapkan kartu kredit mereka.

Berikut ini beberapa kata yang termasuk Buy Now Keywords:

  • Beli (Buy)
  • Kupon (Coupon)
  • Dikon (Discount)
  • Penawaran (Deal)
  • Ongkos Kirim (Shipping)

Contoh penggunaan jenis keyword ini antara lain: “Diskon NiagaHoster”, “Beli Obat Kutu Online”, dan “T-Shirt Kustom Gratis Ongkos Kirim”.

Seperti harapan anda, kata-kata kunci tersebut mengkonversi dengan cepat. Mungkin mereka tidak dapat memberikan volume pencarian yang besar namun bukan menjadi masalah dengan kecepatan konversi yang tinggi.

Karena pada ujung-ujungnya tujuan Anda berjualan dan berpromosi salah satunya adalah berhasil menjual bukan…..

Kata Kunci Produk (Product Keywords)

Kata kunci produk berkaitan dengan fokus pencarian pada kategori produk, merk, atau layanan tertentu. Dalam siklus pembelian, umumnya pencairan kata kunci produk dilakukan sedikit lebih awal dari pencairan kata kunci pembelian serta merta. (Buy Now Keyword)

Dengan kata lain, kata kunci tersebut mengkonversi dengan baik, tapi tidak sebaik kata kunci pembelian. (Buy Now Keyword)

Kata Kunci Produk umumnya meliputi:

  • Review
  • Terbaik (Best)
  • Top 10
  • Merk tertentu (“Nike” or “Toshiba”)
  • Produk tertentu (“Macbook Pro” or “Samsung Galaxy”)
  • Kategori produk (“Wordpress hosting” atau “sepatu tenis”)
  • Murah
  • Terjangkau
  • Perbandingan

Jangan pernah menyepelekan istilah “murah” atau “terjangkau”. Percaya tidak percaya, kata kunci dengan kata “murah” dapat mengonversi dengan sangat baik. Saya sudah membuktikannya sendiri.

Sebagai contoh, seseorang yang mencari “laptop murah” sudah memutuskan akan membeli laptop. Yang dicari hanyalah produk dalam rentang harga yang sesuai. Sesuai dengan isi dompetnya dan sesuai dengan kebutuhan dia.

Kata Kunci Informatif (Informational Keywords)

Sebagian besar kata-kata kunci online adalah kata kunci informatif. Mudah dibayangkan jika mereka yang sekedar mencari informasi tidak mengonversi dengan baik.

Dengan kata lain, Anda dapat mengabaikan kata kunci informatif karena yang menjadi bagian besar dari kata kunci niche Anda.

Kata kunci informatif antara lain meliputi:

  • Bagaimana (How to)
  • Cara terbaik untuk (Best way to)
  • Cara untuk (Ways to)
  • Saya membutuhkan (I need to)

Cara terbaik menggunakan kata kunci informatif yaitu menggunakan kata-kata kunci dengan volume pencarian yang tinggi dan persaingan rendah.

Selanjutnya, dapatkan kunjungan seperti pada email list. Dengan demikian, mereka yang siap membeli sesuatu akan mengingat situs Anda.

Kata Kunci Papan Bawah (Tire Kicker Keywords)

Kata kunci papan bawah adalah kata kunci dengan kemungkinan konversi terkecil baik sekarang atau di masa yang akan datang

Berikut ini beberapa contoh kata kunci papan bawah:

  • Gratis (Free)
  • Torrent
  • Unduh (Download)
  • Gratis … (…for free)

Kata kunci seperti “gratis tonton The Simpson online” adalah contoh klasik kata kunci papan bawah. Mengharap seseorang melakukan pembelian dari kata kunci tersebut (atau bahkan mengklik iklan) bagaikan pungguk merindukan bulan.

Sebaliknya, kata kunci seperti “Beli Simpsons TV episodes” (Kata Kunci Pembelian Serta Merta), “DVD Simpsons” (Kata Kunci Produk) atau “Bagaimana Cara Menonton Simpsons Episodes” (Kata Kunci Informatif) akan mengonversi dengan baik.

Mendapatkan Informasi Obyektif Tentang Intensi Komersial

Begini cara kerjanya:

Umumnya keempat kategori kata kunci juga mencerminkan intensi pembeli dengan baik.

Umumnya.

Pada akhirnya, tidak akan yang lebih buruk dari kata kunci peringkat pertama…. Jika Anda hanya mampu memperoleh beberapa dolar dari tiap pengunjung.

Berikut ini dua cara cepat untuk mendapat informasi obyektif tentang seberapa berharga tepatnya kunjungan yang berasal dari kata kunci tertentu.

Adwords Suggested Bid

Adwords Suggested Bid sebelumnya dikenal sebagai “Average CPC” (CPC=Cost Per Click). Mereka merubah diam-diam persyaratannya tetapi tetap mempertahankan nominal dolarnya..

Sehingga tidak susah menyimpulkan Suggested Bid hanyalah nama baru dari average CPC.

Meskipun demikian Suggested Bid merupakan salah satu cara melihat data nyata dari intensi komersial. Anda pasti tahu jika pengiklan Adworks membayar $5 setiap klik. Sebab itulah kunjungan menjadi sangat berharga.

Jika kata kunci Anda meraih peringkat dalam pencairan organic, seharusnya tidak akan ada masalah mengonversi kunjungan menjadi pendaftaran surat elektronik, komisi afiliasi, dan pelanggan membayar.

Begini cara melakukannya:

1. Pertama login ke akun Google AdWords Anda, kemudian klik Tool dan pilih Keyword Planner

pilih Keyword Planner

2. Klik “Search for new keyword using a phare, website or category”

Search for new keyword

3. Masukkan atau ketik salah satu kata kunci Anda dan klik “Get Ideas”

masukkan keyword

4. Klik “keyword ideas”

pilih Keyword ideas tab

5. Lihat pada bagian Adwords suggested bid

lihat Adwords suggested bid

Perhatikan perbedaan besar kata kunci kata kunci dari daftar di atas.

Kata kunci “web hosting” adalah kata kunci produk yang mampu menghasilkan Suggested Bid bernilai $12.86.

Seperti yang sudah saya sampaikan, Empat Kategori Kata Kunci adalah rangkaian pedoman yang sangat membantu. Dari pengalaman saya, Suggested Bid adalah ukuran intensi komersial yang paling akurat.

Adwords Competition             

Adwords Competition merupakan pelengkap yang baik untuk Suggested Bid. Kompetisi di sini berarti berapa banyak pengiklan memberikan penawaran untuk kata kunci tertentu di Adwords

Mudah ditebak, semakin banyak penawar untuk kata kunci tertentu, semakin menguntungkan kata kunci tersebut.

lihat Adwords Competition

Anda dapat memeriksa kompetisi tersebut dengan melihat kolom ini pada Google Keyword Planner

Hanya ada tiga level kompetisi (rendah, menengah, dan tinggi) sehingga ukurannya tidak terlalu presisi. Bagaimanapun, ini adalah bagian lain dari data nyata yang digunakan untuk menentukan intensi komersial.

Anda dapat juga memeriksa adworks competition dengan mencari kata kunci Anda di Google dan melihat seberapa banyak iklan Adworks yang muncul di laman tersebut:

 

periksa kata kunci Anda di Google

Jika Anda melihat banyak iklan di bagian atas hasil pencarian ataupun di menu samping, Anda tahu jika Anda sedang melihat kata kunci yang sangat didambakan. Dengan kata lain, kata kunci itulah yang mau kita BIDIK untuk kampanye SEO Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top